Rabu, 28 Februari 2018

Jam (Kita) Jodoh (?)

Mendapat hadiah di hari ulang tahun tentunya sangat membahagiakan setiap orang yang mengalaminya. Terutama jika mendapatkan hadiah dari orang-orang tersayang dan terpenting dalam hidupnya. Tidak perlu ditanya bagaimana behagianya orang tersebut.
Kejadian ini terjadi saat aku berulangtahun pada umurku yang ke 15, saat itu aku telah memiliki seorang kekasih atau bisa dibilang pacar. Pada ulangtahunku yang ke 15 ini aku mendapatkan 2 hadiah yang sangat berharga bagiku. Pertama adalah hadiah dari orangtuaku berupa laptop dan yang kedua adalah hadiah dari pacarku. Pacarku memberiku jam tangan couple, yang cocok dipakai oleh cowok mupun cewek sehingga kita selalu memakainya pada hari biasa-biasa. Kita memakai itu setiap hari, tanpa ada perjanjian ataupun permintaan dari salah satu dari kita. Namun, hubunganku dengannya kandas satu tahun kemudian dan setelah kita putus, kita tidak pernah bertemu kembali. 
Hingga saat ini, aku masih memakai jam tangan yang diberikan olehnya. Aku menggunakannya setiap kali terdapat acara-acara penting atau kupakai pada hari-hari biasa. Bukannya tidak memiliki jam tangan lain, namun entah mengapa jam tangan itu masih terasa sangat berharga bagiku. Ya, aku belum bisa melupakannya dan sebagai sarana aku mengingatnya, aku selalu memakai pemberiannya. Bahkan jam itu telah aku ganti baterai berkali-kali. Suatu saat, jam ini jatuh dan terinjak olehku sehingga kaca jam ini pun pecah. Aku panik dan selesai kuliah aku langsung membawa jam ini ke tukang reparasi jam agar dapat segera di perbaiki. Sambil menunggu jam tanganku selesai diperbaiki, aku bersandar pada etalase dan membelakangi bapak tukang reparasi jamnya dan aku bermain hp. Tak berapa lama terdengar seorang laki-laki berkata kepada bapak tukang reparasi jam, aku berfikir mungkin itu juga pelanggan yang ingin membenarkan jamnya. 
" Ini jam milik siapa pak ?" tanya lelaki itu. Dalam hatiku, duh kepo amat sih, atau emang kalau orang basa-basi tuh gini ya ?. Aku memilih untuk tidak mempedulikan lelaki tersebut dan tetap bermain hp dengan membelakangi bapak tukang reparasi jam tersebut.
"Oh ini punya mbaknya", entah siapa yang dimaksud, karena disitu terdapat 2 orang perempuan, aku salah satunya. Jadi aku berpikiran mungkin cewek itu yang dimaksud oleh bapaknya, bukan aku.
"Masnya mau ganti kaca jam tangan juga ? Kenapa kok bisa pecah ? Keinjek ? Ini juga mbaknya tadi keinjek jam tangannya. Kenapa nggak ganti jam aja? kayaknya juga sudah lama ya ini jamnya? Loh jamnya juga sama kayak punya mbaknya loh, wah jangan-jangan jodoh," ucap bapak reparasi jam panjang lebar. Nah kalau ini aku merasa, karena yang sedang mengganti kaca jam tangan adalah aku dan alasannya pun juga alasanku karena terinjak. Daripada kadar ke-kepo-an pada diri ini meningkat, aku putuskan untuk melihat lelaki tersebut sekaligus untuk melihat apakah jamku sudah selesai diperbaiki.
Kadang sesuatu yang dicari justru ada saat kita tidak sedang mencarinya lagi. Dan ini yang terjadi denganku, aku bertemu dengannya setelah sekian lama kita tidak bertemu, setelah 2 tahun terlewatkan, telah banyak yang berubah darinya, mulai dari suaranya, postur tubuhnya dan cara berpakaiannya. Hanya wajahnya dan senyum itu yang tetap pada dirinya. Aku bahkan tidak dapat berkata-kata , tidak mampu menyusun kata apa yang t epat untuk kuucapkan  meskipun hanya sekedar say hai. Aku juga melihat dirinya kehabisan kata-kata, bahkan bibirnya hanya membuka menutup tanpa mengeluarkan sepatah kata. 
"Kalau jodoh mah emang nggak kemana ya. Waduh saya jadi inget masa muda." celetuk saya yang membuat kita berdua tertawa. Aku sangat berterimakasih kepada bapak reparasi jam karenanya kami dapat mencairkan suasana yang tadinya dilingkupi oleh atmosfer kecanggungan yang sangat kental. Dia juga sedang memperbaiki jam tangan kita yang terjatuh karena tersenggol saat dia sedang mengambil buku. Bahkan jam tangan itu sudah tidak dapat dipakai, tapi dia tetap menyimpannya dan menjaganya. Sejak hari itu, kami bertukar kontak dan selalu berkomunikasi. Aku masih mencintainya, begitupun dia. Biarlah waktu yang mengatur bagaimana kita kedepannya. Mungkin berjodoh seperti yang dikatakan bapak reparasi jam atau mungkin tidak. Rahasia Tuhan siapa yang tau. Bahkan kami juga tidak pernah menyangka akan bertemu untuk memperbaiki kaca jam yang pecah, pada waktu yang sama dan alasan yang sama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar